Friday, March 2, 2007

Unidentified Soulmate

Mendung di langit perlahan
meneteskan air matanya yang biasa kita sebut "hujan"

Kesedihan bertambah dingin
mengiringi kepergian seorang putri
melintasi jarak untuk menempuh waktu yang tidak pasti

Jangan menungguku untuk mengatakan "aku cinta padamu"
karena aku takkan melakukan hal itu
Biarlah aku yang menunggumu,
untuk suatu saat mengatakan "maukah kau menikah denganku"

soulmate,
antara aku dan kamu atau mungkin bukan kamu,
tinggalkan jejak kasih sayang diantara dera hujan senja
ku ucapkan terimakasih atas semua
sehingga aku merasa diriku ada
untuk menunggu kamu? atau bukan kamu.

peluh bercampur air hujan
membalut jasat termenung sendiri
meratapi perpisahan

soulmate
selamat jalan...

Maafkan Aku ...

Saat diriku dijejali pertanyaan
Pantaskah, atau tidak pantaskah
Tetap istiqomah berjuang, ataukah ikhlas

Pertanyaan yang sebenarnya hanya bisa dijawab
ketika sudah waktunya kukerjakan kewajibanku
Kewajiban bukan untuk siapa-siapa
tapi untuk-Nya

Khawatirkah diriku akan dirimu
ketika semua tidak berjalan normal
ketika ada sisi gelap dalam hatimu yg belum pernah aku sentuh
entah itu ternyata baik atau enggak

Kita punya kehidupan, kamu punya
aku punya impian, dan kamu juga
semoga semua itu tidak saling bersinggungan dan menimbulkan kesedihan

Maafkan aku untuk semua ini
maafkan aku karena terlalu menghawatirkanmu
maafkan aku tak bisa melihatmu bersedih

Ya Alloh, mudahkan semua urusan
Kepada mereka yang aku sayangi dan menyayangi-Mu
Berikanlah ketebahan hati dan ketenangan jiwa padaku
Hingga jasatku ditinggalkan ruh